Ads Top

Sinopsis Page Turner Episode 2 Part 1

"Aku akan lakukan yang terbaik untuk melindungimu"


"Akan kulindungi setiap inci tubuhmu..."
 Kita berpikir membuat keputusan itu mudah. Namun segera akan kita sadari, bahwa daripada memilih antara yang baik dan yang buruk, yang terjadi lebih sering adalah kita harus memilih antara yang buruk dengan yang lebih buruk

Page Turner Ep 2 - The One Who Build Real Friendship

 Cha Sik berdiri di depan piano usang yang sering dilewatinya. Dia bertanya apakah piano itu milik ahjussi? Tapi Ahjussi menggeleng. Chasik bertanya lagi apakah siapa saja boleh memainkan piano itu? Ahjussi mengangguk dan Cha Sik senang mengetahuinya. Dia bahkan mencoba tuts piano.
Mama Yoo Seul sedang menyiapkan meja makan dan menyuruh Yoo Seul menunggu sebentar. Yoo Seul bilang dia bisa sendiri. Yoo Seul sangat mandiri dan gak mau bergantung ke orang lain karena kekurangannya, meskipun pakai sandal saja masih terbalik. Salut TT
 Jin Mok sedang bersiap ke sekolah dan pandangannya jatuh pada salib Yesus. Dia kemudian melempar salib itu ke dalam laci. Sedangkan Cha Sik tampak bersemangat memasukkan barang-barangnya termasuk surat untuk ayahnya dan alat latih jari milik Yoo Seul. Cha Sik sampai melewatkan sarapan dan bilang sibuk ke ibunya. Ibunya heran kok sibuk padahal Cha Sik udah nggak ke sekolah lagi. Ibunya Cha Sik nggak liat ke komputer dimana Cha Sik baru aja browsing soal sekolah piano dan bertekad masuk ke SMA Hanjoo Art High School (Sekolahnya Yoo Seul).
 Murid SMA Hanjoo lagi nunggu bus di halte. Sang Pil tanya apa ini hari pertama Yoo Seul balik ke sekolah? Gyo Sun membenarkan dan bilang dengar namanya saja Gyo Sun jadi ingin menangis. Sang Pil heran kenapa Yoo Seul nggak pergi ke sekolah spesial aja (sekolah untuk anak cacat)? Gyo Sun membela kalau Yoo Seul akan hidup di tengah orang normal setelah dia lulus dan bertekad untuk survive. "Aku menghormati keputusannya"
"Kalau dia bertekad untuk bertahan, kenapa dia berhenti bermain piano? Dia seharusnya tetap main apapun yang terjadi." celetuk Jin Mok yang sedari tadi mendengar percakapan mereka. Sang Pil jadi merasa kasihan ke Yoo Seul yang mencintai piano. Gyo Sun bertanya, "Mungkinkah.... selama ini Yoo Seul tidak suka main piano?" Sang Pil merasa itu tidak mungkin dan berdebat dengan Gyo Sun. Jin Mok jadi teringat kata-kata Yoo Seul tentang betapa muaknya dia berpura-pura menyukai piano. Jin Mok kemudian berlari dan tidak jadi naik bus. Kemana? Ke rumah Yoo Seul.
 Yoo Seul berdebat dengan mamanya karena ingin pergi ke sekolah sendiri. Mamanya kesal karena Yoo Seul terus-terusan membangkang. "Bagaimana caramu ke sekolah sendiri dengan keadaanmu yang sekarang?"
Yoo Seul begini karena dia tidak mau membenci mamanya. Dia akan minta bantuan teman sekolahnya. Mamanya gak percaya dan mau ikutin Yoo Seul diam-diam tapi Yoo Seul langsung tahu dan menyuruh mamanya gak ngikutin dia karena dia bisa sendiri.
Mama berterak khawatir menyuruh Yoo Seul kembali, bahkan di rambutmu saja masih ada roller. tapi Yoo Seul jalan terus sambil melepas roll rambutnya. Jin Mok melihat semuanya.
 Jin Mok ngikutin Yoo Seul ke sekolah. Dia membantu Yoo Seul waktu ada mobil lewat mengklakson Yoo Seul. Yoo Seul kaget tapi dia mengira Jin Mok adalah mamanya dan mulai mengomeli "mama" karena tetap mengikuti dia. Dia ngasih Jin Mok rol rambut tadi dan nyuru "mama" pulang.
Ada kakek-kakek yang lewat pake tongkat dan Yoo Seul balik badan mengira mama masih ngeyel ngikutin dia dan mulai mengomel lagi. Kakek kakek itu bingung dan Jin Mok cuma bisa tersenyum geli. Ciee..
 Sepanjang jalan Jin Mok tak henti-hentinya membantu Yoo Seul diam-diam. Mulai dari menscan kartu kereta bawah tanah, membukakakn pintu sampai membenarkan sandal Yoo Seul di sekolah.
 Hal itu dilihat oleh Gyo Sun yang curiga, tapi Sang Pil hanya bilang itu karena Jin Mok memungut uang yang jatuh. Gyo Sun tidak percaya dan menyuruh Sang Pil mengikutinya untuk bertanya langsung pada Jin Mok.
 Gyo Sun dan Sang Pil duduk di meja Jin Mok dan makan siang. Gyo Sun langsung bilang kalau dia udah lihat semuanya, waktu Jin Mok menolong Yoo Seul. Tapi Sang Pil menyela bukakah itu karena kau menemukan uang dijalan?
Mungkin karena gengsi, Jin Mok mengiyakan kata-kata Sang Pil. Gyo Sun kecewa karena ia pikir Jin Mok jadi baik pada Yoo Seul karena ia juga mau ikut mulai bersikap baik pada Yoo Seul. Sang Pil mengejeknya, Kalau begitu kenapa kamu gak jadi pemandunya saja waktu guru mencari sukarelawan. Kan jam sukarelawannya bisa menambah poin?
Gyo Sun tidak mau karena takut nilainya akan turun karena mengurus Yoo Seul. Perasaan dan nilai adalah dua hal yang berbeda. Sang Pil mengejek Gyo Sun.
Tiba-tiba mereka dikejutkan suara benda jatuh dan ternyata Yoo Seul menabrak serta menumpahkan sup panas ke siswa lain. Siswa itu marah-marah dan Yoo Seul terus minta maaf. Jin Mok dengan sigap menarik tangan Yoo Seul dan membantunya berdiri. Hal ini menguatkan kecurigaan Gyo Sun kalau Jin Mok muali bersimpati ke Yoo Seul.

Cha Sik sampai di SMA Hanjoo dan terkagum-kagum melihat sekolah mewah itu. Dia bahkan menyapa beberapa siswa yang membawa violin sambil sksd. Mereka memandang Cha Sik aneh tapi Cha Sik gak peduli karena yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya masuk ke sekolah itu sekarang.
"Tidak"
Pak Guru menolak lamaran masuk Cha Sik. Cha Sik bingung katanya sekolah ini menerima murid pindahan. Pak Guru membenarkan tapi itu lewat ppenerimaan murid baru (bukan tengah semester kayak begini) dan kalaupun ada posisi kosong, bukan Cha Sik yang akan diterima. "Ini bukan sekolah yang bisa kau masuki hanya karena kau ingin."
Cha Sik merasa pak guru meremehkannya. Dia tidak datang kesini hanya dengan keinginan, tapi seseuatu yang lebih besar. Pak guru bertanya apa itu. Cha Sik mendekatkan kepalanya dan berbisik
"Talenta"
 Wkwkkwk... Pak guru cuma bisa mengomel aih anak ini..



Di bagian ruang guru yang lain Yoo Seul sedang konsultasi dengan gurunya. Karena tidak ada yang mau menjadi pemandu Yoo Seul dan mereka idak bisa mencarikan guru khusus di tengah tahun ajaran, Bu Guru menyarankan untuk menerima bantuan ibu Yoo Seul sementara. Yoo seul tentu saja menolak dan bilang bahwa ia akan minta bantuan teman. Ibu Guru bilang karena sebentar lagi semuanya akan menjadi senior (kelas 3) maka akan sulit bagi teman2 Yoo seul meluangkan waktunya. Tiba-tiba Jin Mok datang dan berkata bahwa dia bersedia menjadi pemandu Yoo Seul untuk mendapat poin tambah dari jam sukarelawan. Modus banget wkkwk...

 Yoo Seul tentu saja tidak mau. Sementara itu Cha Sik yang mendengar pembicaraan mereka mengenali kedua orang orang tersebut sebagai si bodoh dan si dungu (wkwk)
Jin Mok bertanya kenapa dia gak boleh jadi pemandu Yoo Seul? Yoo Seul bilang Jin Mok pasti belum membaca apa saja kerjaannyaseorang pemandu.
Jin Mok : "Cuma membacakan apa yang tertulis di papan dan mengantar-jemput sekolah saja kan?"
Tapi Yoo Seul tetap tidak mau dan bilang ke Ibu guru kalau dia lebih baik tanpa pemandu. Ibu guru tidak bisa karena dia dengar Yoo Seul menumpahkan sup pada temannya hari ini. Kalau tidak Jin Mok maka piihannya adalah Mamanya.
Cha Sik berteriak kalau dia bersedia menjadi pemandu Yoo seul. Yoo seul bingung siapa dia. Cha sik beralasan dia sudah keluar dari sekolah sehingga punya banyak waktu luang. Yoo Seul kemudian mengenali suara Cha sik sebagai orang yang menyuruhnya mati waktu itu. Cha sik membenarkan kalo dia sekarang bukan bajingan lagi dan sudah terlahir sebagai orang baru dengan pemikiran yang baru.  "Seperti larva yang berubah menjadi kupu-kupu."
 Cha sik kemudian berlutut dan minta maaf pada Yoo seul dan memohon supaya menerima dia sebagai pemandu. Pak guru yang tadi datang dan mengangkat kerah Cha sik menyuruhnya pergi. Cha sik berkilah bahwa dia sedang tidak memohon untuk diterima disini tapi sedang mencoba menjadi pemandu. Yoo seul tetep tidak mau. Cha Sik bilang dia perlu sekolah disini dan dari pengamatannya Yoo seul juga lebih membenci si dungu (Jin Mok).
 Tapi Yoo seul bilang dia sama bencinya ke Cha sik sama besarnya seperti dia benci Jin Mok. Jin Mok sudah kesal dan menyuruh Cha sik keluar karena dia bukan murid disini jadi tidak bisa jadi pemandu. Cha sik berkila kalau mamanya Yoo Seul juga bukan murid tapi diizinkan jadi pemandu. Cha sik meminta dukungan bu guru dan bu guru mengiyakan denga lemah karena bingung dengan situasi yang terjadi.
Jin Mok bertanya dengan kesal kenapa daaritadi Chasik memanggilnya dungu?! Cha sik bilang kenapa Jin Mok nggak search aja gimana penamplan si dungu itu dan membandingkan sendiri penampilannya. Jin Mok mengeluarkan hp nya dan search sampai pak guru dan Cha sik ikut penasaran tapi begitu melihat hasil pencariian Pak guru dan Cha sik sama-sama geli sedangkan Ji Mok emosi dan tanya gimana bisa aku kelihatan kayak orang ini?!
  
"Gimana caranya ya aku jelasin kalau kamu keliatan kayak si dungu karena kamu emang dungu!" wkwk
Jin Mok emosi dan menarik kerah baju Cha sik. Untuk kedua guru langsung melerai keduanya. Cha sik tetap bercanda menantang Jin Mok untuk mencacinya.
"Kamu kayak larva!!" LOL
"Oh makasih pujiannya. Larva kan berubah jadi kupu-kupu"
"Nggak! Larva bakal berubah jadi jangkrik!" Krik krik
"Jadi jangkrik ya jadi jangkrik..." dan Cha sik langsung memeluk Jin Mok 
(hahaha mereka bertengkarnyaaaa)

Aku akan memilih
 Satu kata itu membuat dua orang yang bertengkar heboh ini jadi tenang
Di kelas Jin Mok memandang Yoo Seul dengan serius. Tiba-tiba pandangannya dihalangi Cha sik yang tersenyum puas. Rupanya Yoo Seul  memilih Cha sik sebagai pemandu dan sekarang Cha sik dengan penuh kemenangan berkata, "I'm winner. You loser. Don't show up" diikuti kerling imut wkwk
Wajah speechlessnya (^^)
Cha sik memulai tugasnya sebagai pemandu dengan membaca slide di papan. Tapi pengetahuannya yang terbatas tentang musik membuatnya jadi olok-olokan. Misalnya saat ia menyebut nama komposer Jean Sibelius seperti kata sakral dan salah mengira allegreto (bentuk sonata) menjadi arigatou (terimakasih dlm bhs jepang)
 Saat mau ngasih tau Yoo Seul suatu istilah setelah searching di internet,Yoo Seul malah ngedengerin musik karena malas. Cha sik keliahatan kecewa.
Yoo Seul pergi ke astafel untuk sikat gigi tapi tidak bisa menghidupkan kerannya. Jin mok datang dan mengarahkan tangan Yoo seul ke keran dan bertanya dimana si larva? Yoo seul bilang kalau Cha sik pergi untuk memperbaiki sesuatu.
Jin Mok bertanya alasan Yoo Seul memilih Cha sik yang bodoh, "Bukannya aku ingin sekali jadi pemandumu tapi kenapa kau harus memilih orang sebodoh dia. Apa yang kau suka darinya?"
"Kau pikir aku memilihnya karena suka? bayangkanlah betapa aku membencimu sampai harus memilih orang sepertinya."
"Kau pernah bilang... kalau kau capek membenciku. Aku .. juga merasakan hal yang sama, jadi apakah kita tidak bisa menjadi lebih akrab?"
Yoo seul tersenyum sinis. Dia merasa Jin Mok sedang kasihan padanya. "Kalau kau berkata seperti itu saat aku jadi yang terbaik di kelas, akan kupertimbangkan untuk menjadi lebih akrab denganmu. Sayangnya hari-hari seperti itu tidak akan datang lagi setelah apa yang terjadi pada mataku."
 Ternyata Cha sik pergi untuk memperbaiki sepedanya supaya Yoo seul bisa bonceng di belakang. Tapi Yoo seul gak mau naik dan mau nggak mau Cha sik ngikutin Yoo Seul naik kereta.
Selama di kereta Yoo seul mengacuhkan Cha sik. Cha sik menduga Yoo seul marah karena dia sangat bodoh di kelas. Tapi itulah dia. Seperti lotere , kelihatannya gak berguna tapi kalau Yoo seul tahu siapa dirinya, dia seperti permata terpendam. "Jadi jangan kecewa dulu karena aku akan menunjukkan padamu segera diriku yang sebenarnya." Yoo seul cuma diam saja gak peduli.
Di stasiun Cha Sik masih ngoceh kalau suatu hari Yoo Seul akan muali mencari-cari dia kalo Cha Sik gak ada dan akan bahagia begitu mendengar suara Cha sik. Yoo Seul berhenti dan bilang kalau itu tidak akan terjadi karena Cha sik cuma perlu jadi pemandu di sekolah aja. Chasik perlu sekolah dan dia perlu menghindari mama, jadi gak perlu repot-repot melakukan hal yang gak perlu. Yoo Seul kemudia pergi tapi arahnya salah ke arah tembok jadi Cha sik memperingatkan. Yoo seul balik badan dan dengan dagu terangkat bilang
"Aku tahu" sambil mengibaskan rambutnya
wkwkwk Chasik mungkin ngerasa bisa mati muda wkwkkw
Besok paginya Ibu Cha sik kaget begitu melihat post it catatan2 yang ditempel Cha sik di cermin. dia memanggil Cha sik dan bertanya Cha sik pergi di hari minggu begini? Cha sik bilang mau ke perpus dan Ibunya gak perlu nunggu dia karena dia bakal pulang malem. "Tidur aja duluan aku bawa kunci kok" Ibunya bilang bisa-bisa anakku diterima di Juilliard kalo begini terus.
Cha sik membaca banyak uku dan belajar dengan tekun hingga malam. Dia juga membaca saat berangkat ke sekolah.

Akibatnya dia jadi pintar dan lafalnya bagus saat menyebut nama komposer serta karya mereka yang ditulis dalam bahasa asing, Dia juga meneruskan pelajarannya saat mengantar Yoo seul pulang. Tiba-tiba ada bola mengarah ke mereka dan Cha sik dengan sigap menangkisnya. Anak-anak yang berolahraga memuji kalau reflek si larva bagus juga. Yoo seul tampak heran walaupun diam saja.
Yoo seul masih gak mau naik sepeda da akhirnya mereka pisah. Cha sik meyakinkan dirinya kalau Yoo seul suatu hari pasti akan memerlukan bantuannya dan senang saat mendengar suaranya, tapi tampak dia sendiri muali patah semangat dengan sifat mandiri dan keras kepala Yoo seul.
Tiba-tiba dia mendengar teriakan Yoo seul diikuti salakan anjing.
 Rupanya Yoo seul terjatuh karena gonggongan anjing yang terkena tongkatnya. Pemilik anjing itu memarahi Yoo seul yang memukul anjingnya. Yoo seul gak terima dan menuduh si pemilik tidak mengikat anjingnya. Ternyata beneran gak diikat tapi karena Yoo seul buta si pemilik gak ngaku dan buru2 masang tali keleher si anjing. Dia balik marahin Yoo seul tapi Cha sik teriak karena dia lihat kebohongan si pemilik anjing dan mengancam akan menggunakan cctv disana untuk memenjarakan si pemilik anjing. Pemilik anjing itu gugup dan pergi dengan alasan dia maafin Yoo seul. Cha sik gak terima dan hampir ngejar si pemilik anjing kalo gak dipegang tangannya sama Yoo seul.

"Jeong Cha sik! Tolong antarkan aku pulang.."
Cha sik terpaku melihat tangannya digenggam Yoo seul dan untuk pertama kalinya Yoo seul memanggil namanya.

Yoo seul terpincang-pincang saat berjalan dan itu membuat Cha sik sekali lagi bertanya apa Yoo seul mau naik sepeda bersamanya. Kali ini Yoo seul mengangguk dengan malu-malu
Mereka bersepeda dengan bahagia. Cha sik tersenyum dan bilang bahwa ini adalah hari pertama kali Yoo seul memanggil namanya. Yoo seulheran,"lalu kenapa?"
"emmm pegangan yang kuat" kata Cha sik berusaha ngeles wkwk
Yoo seul sepertinya menikmati momen ini. Dia kan sudah lama ingin bersepeda. Yoo seul tersenyum bahagian dan mengulurkan tangannya menikmati angin yang sepoi-sepoi.

Berlanjut ke Part 2

Sinopsis Page Turner Episode 2 Part 1 Sinopsis Page Turner Episode 2 Part 1 Reviewed by Putu Ayu Damayanti on 5:10 AM Rating: 5

2 komentar

  1. ini drama meski cuma 3 episode keren loh ^^ suka sama jin mok. galak-galak tp perhatian :D hahahahah

    BalasHapus

Leave komentar ya(^^) Komentar kamu sangat saya hargai dan bikin saya semangat posting!